Website Telegram Telah Dibuka Kembali
"Dengan progres yang
dikerjakan bersama-sama Telegram, dikerjakan oleh Kominfo dan tim dari
Telegram, hari ini webnya dibuka kembali," ujar Menteri Komunikasi dan
Informatika Rudiantara dalam temu media di Jakarta, Kamis.
Rudiantara
menjelaskan bahwa Kominfo telah mencoba mengubungi Telegram sejak 2016.
Setelah akhirnya bertemu dengan bos Telegram beberapa waktu lalu,
Rudiantara mengatakan bahwa Kominfo dan Telegram mencapai kesepakatan.
"Telegram akan assign
orang khusus mewakili Telegram kalau kita harus berkomunikasi. Secara
sistem Telegram juga berjanji membuat semacam skrip, semacam software
kecil untuk melakukan filtering di platform Telegram sendiri," kata
Rudiantara.
Kemudian, menurut Rudiantara akan
dibuat SOP tata cara penanganan jika nantinya masih ada konten-konten
negatif, khususnya yang berkaitan dengan radikalisme dan terorisme di
Telegram.
"Kepada siapa menghubungi, bagaimana
caranya, komunkasinya seperti apa, dengan service level pada hari yang
sama diselesaikan," ujar Rudiantara.
"Mudah-mudahan kalau ada yang mengajukan konten, di Kominfo ada konten untuk aduan di-klik www.kominfo.go.id," lanjut dia.
Lebih lanjut, Rudiantara mengatakan bahwa Kominfo telah diberi jalur khusus untuk mengakses konten negatif di Telegram.
