Ustadz Bahtiar Nasir : GNPF-MUI Lagi dicari-cari kesalahan
"GNPF lagi dicari-cari kesalahannya, Sidney Jones dan para
konsultan intelijen mengatakan tidak mungkin gerakan besar tanpa biaya
besar. Oleh karena itu, Bareskrim Mabes Polri akan gandeng PPATK untuk
mencari tahu dari mana dana aksi tersebut," ujar Ketua GNPF-MUI Ustadz
Bachtiar Nasir pada "Malam Peringatan dan Doa untuk Syuhada Aksi 411" di
Masjid Al Furqon Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Jl Kramat Raya
45, Jakarta Pusat, Jumat malam (11/11/2016).
Menurutnya, dana yang terhimpun itu semuanya dari umat dan untuk
umat. "Sampai hari ini rekening kita di Bank Syariah itu ampun-ampunan,
karena kita sedang siapkan untuk diaudit, diminta printnya sudah ribuan
lembar tapi masih belum selesai karena yang masuk uang recehan. Ada yang
50 ribu, 100 ribu dan seterusnya. Dan meski recehan kita bangga luar
biasa karena ini dari semangat infak umat Islam," jelas Ustadz Bahctiar.
Oleh karena itu, kata dia, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi
Keuangan (PPATK) akan kehilangan jejak jika mau mengusut itu semua.
"Dana umat di rekening cuma 4 miliar tetapi yang beredar di peserta aksi
itu saya kira ratusan miliar jumlahnya," kata Ustadz Bachtiar.
Dana yang beredar di masing-masing peserta itu seperti biaya
akomodasi. Dari Makasar misalnya, sejak dua hari sebelum aksi sudah
datang 7000 orang dan berkumpul di Masjid Istiqlal. "Kalau mau dihitung
itu berapa biayanya? siapa yang ngongkosin? itu kalau kita yang harus
keluarkan biayanya, berapa?" tutur Ustadz Bachtiar.
Tidak hanya itu, logistik juga melimpah, dan itu semua partisipasi
dari para peserta aksi. "Bahkan sampai hari ini ada salah satu ruangan
di Istiqlal itu masih penuh air kemasan," ungkapnya.
